Arsip

Arsip Penulis

Putus Cinta? Duh Beratnya,,huhuhu

Januari 12, 2009 subs 1 comment

Putus Cinta? Duh Beratnya,,huhuhu,Sediehnya…Hubungan Anda berakhir, semua perasaan sedih berkumpul jadi satu. Anda sudah berusaha keras tidak menelepon, melihatnya, atau memikirkannya. Tetapi, meski segala cara dicoba untuk mengusir si mantan dari kepala, ia tetap menari-nari dalam ingatan. Cinta yang tak berbalas memang menyakitkan dan membuat frustasi. Its hard, and it hurts. Tetapi percayalah Anda pasti bisa terus melangkah dan merelakan dia pergi.
Lalu bagaimana caranya?

Jangan berusaha untuk menelepon atau melihatnya. Jika Anda berhasil menemuinya atau meneleponnya, itu sama saja seperti mengorek luka lama, hanya akan membuat Anda menangis lagi. Mungkin pada awalnya kontak yang dilakukan akan membuat perasaan jadi lebih baik, sampai akhirnya si mantan pacar menegaskan pada Anda bahwa semuanya sudah berakhir (sedih bukan?). Rasanya akan sama seperti saat putus, Anda membiarkan diri disakiti lagi.
Kalau Anda pikir menghubunginya bisa mengubah perasaannya, bersiaplah kecewa. Ingat, cinta bisa menjadi pengalaman indah, namun juga bisa berubah menjadi pengalaman buruk. Yang pasti, jika si dia memang memutuskan untuk kembali, maka ia akan berusaha untuk menghubungi Anda.
Ketika kita menghadapi situasi sulit seperti putus cinta, berkumpullah bersama para sahabat. Tak perlu malu menunjukkan perasaan sedih saat kita baru putus. Tetapi jika kita terus-menerus curhat hal yang sama, lama-lama mereka akan bosan. Seperti halnya keluarga kita sendiri, mereka akan lebih suka jika kita bisa melewati saat-saat sulit ini. Sebesar apapun perhatian seseorang, mereka akan sebal pada orang yang tidak bisa berusaha menolong dirinya sendiri.

Time Will Healing
Ketika sebuah hubungan berakhir, Anda harus mulai membangun kembali hidup Anda. Sesingkat apapun masa sebuah hubungan yang dimiliki sepasang kekasih, dunia mereka telah menjadi satu. Jadi wajar jika Anda merasa kehilangan. Kita sering kehilangan kontak dengan teman saat jatuh cinta, jadi ketika putus kita akan merasa sendirian karena kehilangan pacar dan juga kehidupan di dalamnya. Tak perlu sungkan untuk mengontak kembali teman-teman Anda.
Sibukkan diri Anda ke dalam pekerjaan, hobi dan rekreasi. Carilah aktivitas bersama geng Anda, lakukan kegiatan yang menyenangkan, shopping, ke salon, atau ke luar kota bersama.
Meskipun Anda tidak bisa berhenti memikirkan mantan pacar, berusahalah untuk tidak peduli. Pada awalnya mungkin agak sulit, tapi lama-lama akan terbiasa juga.
Saat putus, segala sesuatu berubah, dan perubahan terkadang membuat kita takut. Anggaplah ini kesempatan untuk menjadi lebih dewasa, dan ketika Anda bisa bertahan, Anda akan menemukan diri Anda baru dan lebih kuat.
Jika semua sudah dicoba, berbulan-bulan telah lewat tetapi Anda masih saja tidak bisa melupakan si mantan, pertimbangkan untuk bicara dengan konselor. Mungkin masalahnya lebih dalam dari berakhirnya sebuah hubungan.
Menemui seorang profesional dalam kasus ini bukan berarti Anda lemah dan tidak ada harapan. Hal yang lumrah meminta saran untuk kesehatan kita. Berbicara dengan seseorang yang bukan teman terkadang bisa memberi kita pandangan baru terhadap situasi yang sedang dihadapi, siapa tahu ada alternatif lain yang bisa dilakukan untuk membantu Anda.
Melepaskan seseorang yang kita cintai dan menerima bahwa ia tak lagi ingin bersama kita memang menyakitkan. Tetapi hati kita akan sembuh; hanya berbeda-beda kadar waktunya. Ingatlah, sebelum berpacaran, Anda pernah menjalani hidup tanpa dia, jadi tak ada bedanya sekarang. You just need to be strong, and hang on..KLo Blom Pernah CoBA hEII. .tAPI
Bekkkkk Moeeee Nyaennn Beh,,,,,Hakakakkakak….

Categories: Uncategorized

JANGAN BACA

Juli 19, 2008 subs Tinggalkan komentar

JANGAN BACA..!!!

Jangan baca artikel ini.kenapa anda baca?? Ini merupakan ayat ke-3 anda baca. Kenapa anda meneruskan bacaan anda? Anda tak akan mendapat apa-apa jika ingin terus membaca statement ini. Sila berhenti membaca. BERHENTI!!

!!!HUH..! anda lagi. masih tetap mahu membaca? Perhatian!! Jangan baca! Sila berhenti! Anda bijak bukan? Ayat sesenag dan sesimple ini terlalu mudah untuk difahami.

JANGAN BACA ARTIKLE INI!! oi!! x paham ke..? Ada yang tak kena pada diri anda? Setelah belajar berkurun lama tetapi tidak dapat mengawal disiplin diri anda untuk mematuhi arahan ini. perasaan ingin tahu? itukah yang mengusai anda sekarang? Tapi ingat! Jangan salahkan saya jika sesuatu terjadi kepada anda selepas membaca artikel ini. saya beritahu, sia-sia jika anda teruskan bacaan ini!Apa? Anda lagi sekali? Orang macam ni pown ade ker..? hisy..! Jadi x Guna saya memaksa anda. Kalau itu mahunya anda..saya terpaksa berterus-terang tapi buat sekian kalinya saya menyeru kepada anda …BERHENTI DARIPADA MEMBACA ARTIKEL INI..!!!!!!

Sekarang semuanya sudah terbongkar! Anda telah kehilangan sesuatu yang berharga dengan membaca artikel ini. Masih x percaya? Percaya atau tidak bahawasanya anda telah kehilangan satu minit enam puluh saat masa anda!! TERTIPU?? Eiii..geramnnyer…marah? Terasa diri diperkotak-katikkan? Salah anda! Jangan salahkan saya. Saya telah beri amaran kepada anda supaya..JANGAN BACA! JANGAN BACA ARTIKEL INI!! BERHENTI DARIPADA MEMBACA ARTIKEL INI!! masih ingin teruskan? jika ye..kethuilah bahawasanya anda seorg yg..hipokrit, degil, n x b’disiplin. jika anda menghabiskan bacaan ini bermakna anda gagal dalam ujian ini…HAHA..

Categories: Uncategorized Tag:

AKU INGIN MENCINTAIMU DENGAN SEDERHANA

Juli 10, 2008 subs Tinggalkan komentar

Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.

Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”

Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.

Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.

Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.

Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.

Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.

Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.

”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.

”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.

Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.

Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.

Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.

”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.

Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.

Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.

Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.

”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.

Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?

Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?

Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.

Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.

Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.

Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Lewat kata yang tak sempat disampaikan

Awan kepada air yang menjadikannya tiada

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *

2: ALL PEOPLE…

*dikutip dari Aku ingin mencintaimu dengan sederhana karya Sapardi Djoko Damono.

penulis: may_may

Categories: Uncategorized

Obrak Abrik Friendster

Juli 7, 2008 subs Tinggalkan komentar

Hmmm…Namamya Obrak Abrik Friendster,Munkin Diantara Teman Ada Yang Berminat Buat Ngerubah Tampilan Fs Jadi Hebooohh..hmmm…

Buruan Instan Disini..

Mau Liat Fs Yang Teromabak Ambik G?

heheh…

Nieh Ada,,

Categories: Java

Hati-hati Kaligrafi Kristiani

Juli 2, 2008 subs Tinggalkan komentar

Banyak umat islam yang menyukai kaligrafi dipakai sebagai hiasan dirumah-rumah mereka berupa kaligrafi Allah, Muhammad, Basmalah, ayat Kursi, surat Al-Fatihah, dsb.. Tapi bila anda ingin menggunakan kaligrafi anda harus berhati-hati. Banyak kaligrafi yang sebenarnya bukanlah kaligrafi islam tetapi kaligrafi kristiani misalnya kaligrafi seperti dibawah ini :

Kaligrafi dengan tulisan ABANA yang artinya “Bapak Kami”. Dalam teologi kritiani berati Tuhan Bapak. Apabila diteliti bacaan lengkapnya adalah abana alladzi fis-samawati… dst. Kalau ada yang hafal Al-Quran tanyakanlah ayat tersebut terdapata pada surat apa? Pasti jawabnya tidak ada ayat itu dalam Al-Quran. Memang benar kalimat diatas bukan berasal dari Al-Quran, tetapi berasal dari Bible atau Injil Matius pasal 6 ayat 9-13
Menurut cerita kaligrafi ini banyak dijual di Indonesia. Berari berapa banyak rumah-rumah muslim yang tidak faham dihiasi dengan ayat-ayat Injil.

Kemudian perhatikan kaligrafi yang berikut :

Selintas sepert

Categories: Uncategorized

10 WASIAT HASAN AL BANNA

Maret 20, 2008 subs 5 komentar

Bacalah Renungkan Dan Amalkan:

Dalam Kondisi bagaimanapun,segera dirikanlah shalat ketika mendengar adzan.

Baca atau dengarlah al quran dan ingatlah Allah.

Jangan kau habiskan waktumu pada hal hal yang tak berguna

Berusahalah untuk bisa berbicara bahasa arab secara fusshah (baik),sebab ia termasuk dari pembelajaran islam.

Jangan banyak berdebat dalam setiap urusan bagimanapun bentuknya, sebab pamer kepandain dan riya” itu tidak mendatangkan kebaikan sedikitpun.

Janagan banyak tertawa, karena hati yang slalu berinteraksi dengan Allah adalah hati yang tenang dan khuyu”.

Jangan banyak bergurau,karena umat yang gigih berjuang tidak mengenal selain kesungguhan.

Jangan melebihi melebihi yang di butuhkan oleh pendengar, sebab itu merupakan kecerobohan dan menyakitkan orang lain.

Jauhi dari mengunjing orang dan menjelekjelekkan kelompok/organisasi,dan jangan membicarakan selain kebaikan saja.

Kenalkan dirimu kepada saudara-saudaramu seiman dan seperjuangan,walaupun sebab wngkau tidak di minta sebab azas dakwah kita adalah muhabbah(kecintaan) dan saling mengenal.

Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak dari pada waktu yang terluang, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya denagan sebaik-baiknya.dan jika engkau punya tugas selesaikan dengan segera.(By yuski)

subhanaceh_mlg@yahoo.com

Categories: Uncategorized

Mahasiswa Aceh di Malang Gelar Aksi Simpatik

Januari 27, 2008 subs 3 komentar

Kontributor: Muhammad Iqbal – Jawa Timur, 2005-08-15 16:30:39
Malang, acehkita. Sekitar seratusan mahasiswa Aceh yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Aceh (IPPMA) Malang, menggelar aksi simpatik peduli Aceh dengan membagi-bagikan bunga kepada pengguna jalan di seputaran Kota Malang, Senin (15/8).
Aksi ini dilakukan untuk menyambut dan memberikan dukungan kepada proses penandatanganan perjanjian damai yang akan dilakukan hari ini di Government Banquet Hall, Etelaesplanadi 6, Helsinki, Finlandia, pukul 11.30 waktu setempat.
Sejak pagi, mahasiswa sudah melakukan aksi turun ke jalan dengan memakai pakaian adapt Aceh. Mereka bergerak dari gedung DPRD Kota Malang, menuju alun-alun kota. Di sepanjang jalan itu, mereka melantunkan hikayat prang sabi.
Sesampai di alun-alun kota, dengan senyum ramah, mahasiswa membagi-gaikan bunga mawar, brosur, dan stiker yang berisi himbauan untuk mendukung perdamaian di Aceh, kepada para pengguna jalan di seputar lokasi aksi.
Rita, salah seorang mahasiswa asal Aceh, mengatakan dia sangat mendukung dan peduli terhadap proses perundingan yang diharapkan bisa membawa kedamaian di Aceh. “Inilah salah satu bentuk bagaimana saya sebagai rakyat Aceh yang berada di luar Aceh mengutarakan aspirasi saya. Ini saya lakukan agar kedamaian yang hakiki dapat berlangsung di Aceh,” kata Rita yang kuliah di Universitas Malang.
“Semoga saja Aceh damai sepanjang masa, tidak ada lagi konflik, ketakutan, dan trauma,” lanjut Rita sambil membagi-bagikan bunga.
Menurut Fauzi, Ketua Umum IPPMA yang sekaligus koordinator aksi, pihaknya akan melakukan sosialisasi perdamaian di Aceh. “Ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi yang dapat kami lakukan untuk diketahui bahwa masyarakat Aceh sangat mendukung perundingan damai ini. Sudah sekian tahun rakyat Aceh menderita. Inilah saatnya berdamai,” kata Fauzi.

Sebelum mengakhiri aksi ini, dengan pekikan takbir mereka melepaskan tiga ekor merpati putih. Di kaki merpati diikat selembar kain ukuran kecil yang bertuliskan “Merpati Perdamaian, menuju Aceh Damai.”
Aliansi LSM

Sementara itu, sejumlah LSM di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara juga menyatakan dukungannya terhadap proses perdamaian yang sedang digagas para pihak yang telah tigapuluh tahun bermusuhan.
“Diharapkan penandatanganan perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dan GAM akan membawa perubahan yang signifikan terhadap kehidupan seluruh komponen masyarakat di Aceh,” demikian sikap mereka dalam pernyataan pers yang diterima acehkita, Senin (15/8).
Aliansi LSM juga mendesak para pihak melibatkan komponen masyarakat sipil dalam proses perdamaian, sebagai partisipasi masyarakat terhadap isi perjanjian damai. Selain menyatakan dukungan terhadap penandatanganan perjanjian damai, menghimbau kepada kedua belah pihak untuk mematuhi isi kesepakatan damai. Mereka juga mengharapkan semua pihak untuk mendukung nota kesepakatan bersama ini.

Di bagian akhir pernyataan, ke-12 LSM di Aceh Utara dan Lhokseumawe, mendesak pemerintah untuk memulihkan kondisi politik, social, budaya, dan ekonomi masyarakat di Aceh. [dzie

Categories: Uncategorized