Mahasiswa Aceh di Malang Gelar Aksi Simpatik
Kontributor: Muhammad Iqbal – Jawa Timur, 2005-08-15 16:30:39
Malang, acehkita. Sekitar seratusan mahasiswa Aceh yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Aceh (IPPMA) Malang, menggelar aksi simpatik peduli Aceh dengan membagi-bagikan bunga kepada pengguna jalan di seputaran Kota Malang, Senin (15/8).
Aksi ini dilakukan untuk menyambut dan memberikan dukungan kepada proses penandatanganan perjanjian damai yang akan dilakukan hari ini di Government Banquet Hall, Etelaesplanadi 6, Helsinki, Finlandia, pukul 11.30 waktu setempat.
Sejak pagi, mahasiswa sudah melakukan aksi turun ke jalan dengan memakai pakaian adapt Aceh. Mereka bergerak dari gedung DPRD Kota Malang, menuju alun-alun kota. Di sepanjang jalan itu, mereka melantunkan hikayat prang sabi.
Sesampai di alun-alun kota, dengan senyum ramah, mahasiswa membagi-gaikan bunga mawar, brosur, dan stiker yang berisi himbauan untuk mendukung perdamaian di Aceh, kepada para pengguna jalan di seputar lokasi aksi.
Rita, salah seorang mahasiswa asal Aceh, mengatakan dia sangat mendukung dan peduli terhadap proses perundingan yang diharapkan bisa membawa kedamaian di Aceh. “Inilah salah satu bentuk bagaimana saya sebagai rakyat Aceh yang berada di luar Aceh mengutarakan aspirasi saya. Ini saya lakukan agar kedamaian yang hakiki dapat berlangsung di Aceh,” kata Rita yang kuliah di Universitas Malang.
“Semoga saja Aceh damai sepanjang masa, tidak ada lagi konflik, ketakutan, dan trauma,” lanjut Rita sambil membagi-bagikan bunga.
Menurut Fauzi, Ketua Umum IPPMA yang sekaligus koordinator aksi, pihaknya akan melakukan sosialisasi perdamaian di Aceh. “Ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi yang dapat kami lakukan untuk diketahui bahwa masyarakat Aceh sangat mendukung perundingan damai ini. Sudah sekian tahun rakyat Aceh menderita. Inilah saatnya berdamai,” kata Fauzi.
Sebelum mengakhiri aksi ini, dengan pekikan takbir mereka melepaskan tiga ekor merpati putih. Di kaki merpati diikat selembar kain ukuran kecil yang bertuliskan “Merpati Perdamaian, menuju Aceh Damai.”
Aliansi LSM
Sementara itu, sejumlah LSM di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara juga menyatakan dukungannya terhadap proses perdamaian yang sedang digagas para pihak yang telah tigapuluh tahun bermusuhan.
“Diharapkan penandatanganan perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dan GAM akan membawa perubahan yang signifikan terhadap kehidupan seluruh komponen masyarakat di Aceh,” demikian sikap mereka dalam pernyataan pers yang diterima acehkita, Senin (15/8).
Aliansi LSM juga mendesak para pihak melibatkan komponen masyarakat sipil dalam proses perdamaian, sebagai partisipasi masyarakat terhadap isi perjanjian damai. Selain menyatakan dukungan terhadap penandatanganan perjanjian damai, menghimbau kepada kedua belah pihak untuk mematuhi isi kesepakatan damai. Mereka juga mengharapkan semua pihak untuk mendukung nota kesepakatan bersama ini.
Di bagian akhir pernyataan, ke-12 LSM di Aceh Utara dan Lhokseumawe, mendesak pemerintah untuk memulihkan kondisi politik, social, budaya, dan ekonomi masyarakat di Aceh. [dzie
My Last Coment